Home

Pernah mendengar istilah geriatri?

Istilah ini relevan dengan usia lanjut sehingga secara terminologi geriatri disebut sebagai ilmu yang mempelajari penyakti usia lanjut. Mungkin banyak yang tidak memperdulikan persoalan penyakit usia lanjut terutama bagi orang yang masih usia produktif. Namun jika tidak mempersiapkannya dengan hati-hati seperti halnya mempersiapkan pensiun, maka bisa jadi di usia 50 tahun akan kehilangan stamina, depresi, kehilangan vitalitas hidup dan menjadi beban bagi orang lain.

Memahami geriatri sejak dini bermanfaat untuk mempersiapkan diri sendiri atau untuk memahami orang tua kita sendiri. Awalnya saya memikirkan hal ini karena tiga minggu lalu ayah saya yang berusia 67 tahun tiba-tiba sakit demam 40 derajat celcius yang terjadi secara fluktuatif selama 1 minggu.  Diawali dengan gejala menggigil kedinginan (yang awalnya saya kira sebagai kebetulan karena memang udara sedang dingin) dari pagi sampai kira-kira jam 11 siang, lalu setelahnya demam menetap sampai dengan menjelang sore. Sejak itu simptom kedinginan dan demam itu dimulai, nafsu makan dan minumnya berkurang juga waktu tidurnya menjadi tidak teratur. Obat semacam panadol menjadi tidak mempan lagi untuk menghilangkan demam. Lalu setelah seminggu itu terjadi disertai keengganan untuk berobat, bapak masuk UGD di salah satu rumah sakit dan dokter langsung melakukan pemeriksaan darah rutin, urin rutin, rontgen paru paru, EKG.  Hari itu juga langsung dirawat inap diberikan treatment penurun panas, infus mengganti cairan tubuh karena demam dan turunnya nutrient. Keluhan nyeri pada dada disikapi dengan sangat serius meski keluhan tersebut nyeri dada kanan-biasanya nyeri dada kiri adalah indikasi gejalan sakit jantung.

Selama satu minggu dirawat, diketahui penyebabnya infeksi saluran air seni. Menurut dokter, ini lazim terjadi pada orang usia lanjut. Nasihatnya adalah pola hidup harus lebih sehat untuk hari hari yang akan datang. Pasca pulang dari rumah sakit, saya amati bapak menjadi terlihat menua, berjalan dan bergerak dengan lambat, nafsu makan berkurang, bila tidur melungker atau meringkuk dan lebih sensitif. Inginnya selalu ditemani dan disemangati.  Lalu saya jadi ingat, bapak sudah memasuki usia lanjut di usianya 67 tahun tersebut. Saya jadi ingat alhamarhum kakek menderita pembengkakan prostat dan mesti di operasi. Lalu saya ingat lagi kakek saya yang lain sebelumnya sakit gatalan menahun. Semua terjadi di usia 70 tahun. Lalu nenek saya yang tiba-tiba stroke padahal tidak ada sejarah tekanan darah tinggi, lalu nenek saya yang lain terjatuh sehingga engsel panggulnya mesti di pen.

Dari refleksi peristiwa sakit tersebut, mulailah ensiklopedi geriatri ini akan dimulai. Bagaimana menyikapi penyakit di usia lanjut.  Memahami penyakit ini tidak untuk menjadikannya takut, tapi supaya lebih paham mendampingi orang tua kita, mempersiapkan diri menjadi tua. Tidak boleh dilupakannya pemeriksaan kesehatan rutin fungsinya untuk mendeteksi secara dini dan mencegah penyakit yang tidak bisa disembuhkan.  Untuk itu perlu sekali perhatian terhadap gaya hidup untuk memperlambat proses penuaan dan penyakit yang menyertai seperti premenopause, osteoporosis, urinary incontinence, mental deterioration dan cardiovascular.

About these ads

Satu gagasan untuk “Apa itu geriatri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s