G-20 Manfaatnya bagi Pemerintah Indonesia

G-20 bagi Indonesia adalah menyuarakan emerging market dan telah berpartisipasi dalam arsitektur ekonomi dan finansial global sesuai dengan kepentingan Indonesia.

Fokus Indonesia adalah :

  1. Memitigasi dampak krisis terhadap Indonesia dan negara berkembang yang telah secara tidak adil terkena dampak dari krisis yang bermula dari negara maju melalui penurunan aliran modal ke negara berkembang yang menghambat proses pembangunan milenium (MDG’s)
  2. Mengamakan posisi Indonesia dan negara berkembang di dalam sistem ekonomi dan finansial global yang baru dengan mencegah terbentuknya standar regulasi yang berpotensi merugikan perkembangan sektor keuangan dan sebaliknya justru mengupayakan agar sistem yang baru mendukung pengembangannya
  3. Mendorong dilakukannya reformasi lembaga keuangan international melalui peningkatan keterwakilan negara berkembang dalam proses governonce

Indonesia memperjuangkan instrumen pendanaan murah, bersifat tanpa persyaratan dan percepatan pencairan yang diperuntukkan bagi negara berkembang dengan kerangka kebijakan dan fundamental yang baik seperti Indonesia. Proposal tersebut dikenal sebagai Global Expenditure Support Financing (GESF).

Indonesia juga terkait dengan reformasi IMF yang menyuarakan urgensi reformasi IMF  merupakan anggota independent panel of expert on IMF reform.

Manfaat konkret dengan Indonesia berpartisipasi aktif dalam G-20 adalah :

  1. Indonesia masuk anggota baru Financial Stability Forum (FSF) yang merupakan stadanrt setting body bagi sistem keuangan
  2. Indonesia mendapatkan Defered Drawdown Option (DDO) dari Bank Dunia, ADB, Jepang dan Australia bagi program pengentasan kemiskinan dan infrastruktur yang menjadi model GESF
  3. G-20 yang merupakan pemegang saham terbesar di ADB berkomitmen untuk meningkatkan permodalan ADB untuk mendorong pembangunan kawasan Asia.
  4. Negara maju berkomitmen untuk memberikan peningkatan kapasitas bagi pengembangan sektor keuangan di negara berkembang.

Manfaat non keuangan : G-20 berkomitmen menjamin dan melindungi hak pekerja migran.

Dirangkum dari tulisan Anggito Abimanyu Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Depkeu dan Co Chair Working Group 4 G-20 dengan judul “KTT-20 Manfaat bagi Pemerintah Indonesia” di Harian Kompas selasa 31 Maret 2009. Konferensi berlangsung di London 1-2 April 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s