Pare Kediri : Perjalanan Akhir Tahun dan Personal Development 2010

Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional sudah menjadi kebutuhan baku dalam berbagai aspek pendidikan formal informal, pekerjaan profesional sektor formal dan informal, pergaulan dalam berbagai sisi budaya. Bahasa Inggris sebagai bahasa asing tidak dinafikan lagi menjadi syarat dalam berkomunikasi baik secara verbal (lisan) dan non verbal (tulisan). Kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan, pekerjaan dan pergaulan menjadikanku mengambil langkah pasti untuk belajar pada ahlinya. Pilihan belajar bahasa Inggris jatuh ke Kampung Bahasa Tulungrejo di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Tidak memilih kursus bahasa Inggris di Jogjakarta atau Magelang, dua kota dimana aku tinggal, karena aku mendengar dan membaca informasi tentang Kampung Bahasa Pare – demikian biasa berbagai kalangan menyebutkannya- bahwa di Pare orang memiliki banyak pilihan belajar dan cerita sukses berbahasa Inggris. Kata Kampung juga menjadi daya tarik sendiri karena dari berbagai informasi di internet, kubayangkan suasana kampung – desa- dalam struktur geografis dan sosial Pare itu sendiri.  Kenikmatan tinggal di tempat yang ndeso adalah bayangan wilayah dengan kesunyian menentramkan dimana makan masih murah, tinggal masih murah dan belajara juga masih murah. Daya tarik lainnya adalah di Pare kita bisa bersepeda ria – salah satu kegiatan yang ingin aku lakukan sejak lama namun tidak kunjung kulakukan karena ketakutanku pada kecepatan irama lalu lintas jalanan di Yogyakarta dan Magelang.

Singkat cerita, setelah membuka internet dan mendapat informasi tempat les dari kawan yang sudah pernah berkomunikasi dengan kursus Pare atau sudah belajar di Pare, berangkatlah suatu hari di tanggal 9 Desember 2010 ke Pare Kediri. Kukantongi rute perjalanan dari Jogjakarta ke Pare dan nama kursus yang akan kutuju dari kawan dan dari internet. Perjalanan dilakukan dengan kendaraan umum alias public transportation paling nyaman menurut versiku. Tidak travel karena kuanggap kurang bernuasa traveller ataupun kereta yang kugamangi karena kurangnya referensi dengan kereta jogjakarta ke kediri. Aku berangkat bersama suamiku  yang sama bersemangatnya untuk berangkat ke Pare sesuai imaginasi ruang tentang Pare dan ambisi personal development nya sendiri. Alasan yang lebih romantis, inilah perjalanan akhir tahun kami, berjalanan bersama untuk pertama kalinya sejak kami menikah setahun lalu. Jadi lah kami berangkat dengan ringan, senang dan berniat menikmati perjalanan sambil melakukan kegiatan positif bersama. Dengan tabungan yang kami rasa cukup, kami berambisi setidaknya akan melewatkan 1 bulan di Pare.

Waktu keberangkatan  sudah cukup siang, maka aku sudah memperkirakan kami akan sampai di Jombang atau Kediri cukup sore, kemungkinan besar harus menginap dulu di penginapan dan akan melanjutkan perjalanan ke Pare esok harinya.  Perkiraan tersebut tidak meleset, sedikit meleset dalam arti positif, hari itu kami sampai di Pare sekaligus dalam satu hari perjalanan. Waktu sudah larut sehingga kami menginap di hotel. Ada kelegaan tersendiri karena sudah sampai di Pare, tempat yang ternyata tapi bukan kampung tapi kota kecil yang lebih besar dari Magelang. Itu kesan kami begitu sampai malam tersebut. Surprise dan terbengong kami jadinya. Sulit memberikan pembanding seperti apa kota Magelang dan seperti apa kota Pare. Agak tidak adil membandingkan seperti itu, namun itulah kesan yang kami tangkap malam tersebut. Setidaknya sebuah kesan bisa saja berubah ketika waktu berjalan dan kesan baru terbentuk dengan fakta baru.

Kesan dan fakta tentang Pare Kediri dalam ruang lingkup belajar bahasa Inggris ini layaknya sebuah Pecel Pincuk Tumpang, makanan khas orang Kediri. Banyak sekali kenyataan tentang ruang Pare dan kesan yang bisa diungkapkan. Kejutan berupa kegembiraan dan kegeraman, begitulah rasanya. Narasi perjalanan akhir tahun 2010 ke Pare Kediri sebagai pilihan personal development ini akan dituangkan sebagai kisah perjalanan pribadi dan referensi bagi yang membutuhkannya. Selamat datang di Pare dan Kampung Bahasa. Selamat datang para pembelajar.

2 pemikiran pada “Pare Kediri : Perjalanan Akhir Tahun dan Personal Development 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s