Pare Kediri : Perjalanan dan Transportasi

 

Perjalanan menuju Pare Kediri dapat dilalui dari berbagai rute darat seperti menggunakan bus sambung menyambung, layanan colt travel atau kereta api. Kali ini pengalaman yang ingin saya bagi adalah perjalanan siang hari menggunakan bus. Pilihan bepergian menggunakan bus pada siang hari adalah salah satu pengalaman melintasi kota-kota saat terang matahari dimana mata dimanjakan dengan pemandangan berhektar-hektar sawah yang sesekali dihiasi pepohonan diantara hektaran sawah itu. Ini adalah pemandangan romantis, khas pulau Jawa bagian tengah dan timur. Lebih-lebih di Jawa Timur, dimana penghidupan agraris masih menjadi salah satu andalan utama dan hektaran sawah masih ditanami padi pada musimnya. Perjalanan kali ini tepat musim tanam padi, hamparan padi begitu hijau dan subur, melempar fantasi tentang Indonesia yang mampu berswasembada beras. Sesekali hamparan tersebut diseling tanaman padi, tebu, atau cabe. Kita masih menikmati pemandangan bapak, ibu petani mengerjakan lahannya di sawah. Hujan yang turun atau matahari yang bersinar terang adalah nuansa yang memperindah makna romantisme agrarisnya kota-kota di sepanjang perjalanan.  Lintasan perjalanan dengan hamparan padi tadi akan berbaur dengan pemandangan hutan jati milik pemerintah, perlintasan kereta api, jalan yang relatif beraspal mulus dan kota-kota yang relatif bersih [tidak sekumuh kawasan pantura jawa tengah dan pantura jawa barat].

 

Bagaimana perjalanan ini dilalui? Beginilah rutenya.

 

Terminal Giwangan Yogyakarta jam 10.00 tepat akan berangkat bus patas Eka Yogyakarta – Surabaya. Apabila ingin pilihan bus ekonomi AC juga ada atau bus ekonomi non AC.  Saya fanatik dengan kenyamanan, jadi pilihan saya adalah bus patas Eka. Sebelum naik, saya bilang saya akan ke Pare Kediri. Kondektur akan mengatakan ya mbak, anda turun di Jombang nanti. Sepertinya kondektur bus Eka atau bus-bus  Surabaya tahu tentang kota Pare Kediri ini. Jadi, yakin saja anda naik dengan bus ini. Tarif perjalanan sampai terminal Jombang adalah Rp. 53.000. Tarif ini termasuk makan siang di Rumah Makan Duta di Ngawi.

 

Apabila tepat pada jam tersebut bus berangkat, maka bus akan sampai di kota solo pada jam 12.00 an [kadang lewat sedikit tergantung kepadatan lalu lintas Yogyakarta – Solo]. Bus akan masuk Terminal Tirtonadi Solo untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Perhentian ini tidak lama, kurang dari 15 menit malah dan jangan kaget bila kita diserbu penjual salak, penjual tahu dan arem-arem, penjual ampyang kacang, penjual buku, dll. Anda bisa menolak bila tidak menginginkannya atau membelinya. Yang penting tetap waspada dengan barang milik sendiri karena suasana sedikit gaduh. Bus akan kembali berangkat dalam waktu kurang dari 15 menit tadi. Pada pertama kali saya berangkat, saya kurang beruntung karena di terminal Tirtonadi, naiklah serombongan jemaah haji dari Madura yang pulangnnya lewat embarkasi solo. Entah kenapa mereka kemudian naik bus Eka ini, namun kondisi menjadi tidak nyaman karena mereka dalam keadaan tidak sehat dimana hampir semuanya sakit flu dan meludah dalam bus. Glek! Tenggorakan saya langsung terasa sakit, juga leher saya. Entah sugesti atau entah virus tidak lama bekerja di tubuh saya.

 

Singkat cerita, pada jam 15.00 kita akan sampai dirumah makan Duta di Ngawi. Kondektur akan memberi tahu bahwa penumpang akan berhenti istirahat makan selama 20 menit. Seluruh penumpang diminta turun dan bus akan dikunci. Pilihan makanan cukup bervariasi bila melihat menu di kupon makan contohnya soto ayam, rawon, ayam goreng, opor ayam, pecel, bakso. Apabila tidak suka dengan menu tersebut, maka ada pilihan makanan fast food meski penumpang harus mengeluarkan kocek ekstra. Perjalanan akan dilanjutkan setelah 20 menit istirahat tersebut. Jelang pukul 18.00 bus akan sampai di terminal kota Jombang. Kita akan diturunkan di luar terminal dan jangan panik bila dikerubuti ojek dan becak. Sebaiknya penumpang ke Pare masuk keterminal untuk menunggu bus Harapan Jaya atau Pangeran yang  menuju ke Pare. Sebenarnya ini bus tujuan Trenggalek kalau tidak salah. Berdoalah tidak hujan ketika jelang jam 18.00 di terminal Jombang, karena bila hujan, kadang bus pada jam tersebut tidak akan masuk ke terminal. Penumpang yang diluar terminal Jombang seringkali diberi saran menunggu saja di luar oleh ojek dan becak, dan kadang ketika bus melintas bus menuju Pare, mereka mengatakan bus tersebut menuju Surabaya. Selanjutnya mereka akan menawarkan kepada kita untuk mengantar ke berhentian luar bus / halte untuk menunggu bus ke Pare yang tidak lagi masuk terminal.

 

Idealnya, supaya nyaman, sebaiknya penumpang sampai di Jombang sekitar jam 17.00 dimana pilihan bus ekonomi ke Pare datang dengan frekuensi yang cukup sering. Apabila sudah jam 18.00 bus tujuan Pare memilih tidak  masuk terminal dan penumpang mesti menunggu di luar terminal disalah satu pintu masuk dan keluar terminal. Tarif becak motor dari terminal Jombang ke Halter tersebut sekitar Rp. 7000 dan itu jarak yang sangat dekat. Bus menuju Pare terakhir adalah jam 20.00. Tarif bus ekonomi Pare – Jombang adalah Rp. 5000,00 sedangkan bus Patas adalah Rp 15.000,00. Pada kali pertama ke Pare, kami naik bus ekonomi dan per orang membayar Rp. 20.000,00!!!. Kepada kondektur bus Jombang – Pare sampaikan saja kita turun Tulungrejo – Kampung Bahasa. Jarak Jombang – Pare adalah 35 Km dengan lama perjalanan 40 menit. Sampai di perempatan Tulungrejo, naiklah becak ke tempat tujuan. Rata-rata tarif berkisar Rp. 5000 –Rp 15.000. Kadang para tukang becak mengatakan “terserah saja” dan itu berarti kita harus memperkirakan harga yang akan kita bayar.

 

Sedikit tambahan informasi tentang penginapan : apabila datang ke Pare tanpa referensi tempat tinggal dan datang larut, makan ada beberapa hotel yang bisa diinapi dekat desa Tulungrejo. Misalnya Hotel Surya atau Hotel Kediri 1. Rata-rata penarik becak akan  mengarahkan ke hotel Surya dengan tarif Rp 20.000 dari perempatan tulungrejo ke hotel tersebut. Begitu melihat fasilitas hotel, kami sedikit keder karena dari luar hotel tersebut terkesan cukup mewah, setidaknya seperti hotel di jalan Dagen Yogyakarta. Benar saja, tarif kelas standar AC di Hotel Surya adalah Rp 200.000 sedangkan tarif termahal adalah Rp 450.000. Untuk tarif kelas ekonomi terbagi 2 yaitu dengan tarif Rp 130.000 dan Rp. 80.000. Tarif kelas ekonomi tidak mendapatkan kupon sarapan. Restoran hotel ini cukup lumayan dalam sajian makanan dan minuman. Enak dan harganya masih terjangkau [ yang ini maknanya relatif]. Untuk tarif hotel Kediri, sayang sekali saya tidak memiliki referensi. Yang jelas, hotel tersebut kelasnya adalah kelas melati meski satu payung dengan  hotel Surya.

 

Singkat cerita inilah fakta perjalanan ke Yogyakarta Pare

  • Tarif patas AC ke Jombang  Rp 53.000,00 (termasuk makan)
  • Lama Perjalanan 6-8 jam [normalnya 7 jam]
  • Tarif patas AC Jombang Pare Rp. 15.000,00
  • Tarif bus ekonomi Jombang Pare Rp. 5.000,00
  • Tarif becak Tulungrejo – Hotel Surya Rp 20.000,00
  • Tarif becak termurah Rp 5.000
  • Kota-kota yang dilintasi dari Yogyakarta-Pare : Klaten, Delanggu, Sukoharjo, Kartasura, Solo, Sragen, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang.

 

 

Satu pemikiran pada “Pare Kediri : Perjalanan dan Transportasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s