Dibawah Jembatan Sudirman

Suatu siang diakhir bulan maret 31/3/2011 mendapatkan kesempatan berharga didampingi seorang warga, saya mengunjungi kawasan Code dibawah jembatan Sudirman.  Jembatan Sudirman sungguh mengesankan kalau dilihat dari bawah. Kokoh, tua, berlumut, dingin dan seolah menandai suatu peradaban kehidupan suatu kota. Diantara ruang angin yang luas dibawah jembatan saya menemukan seorang ibu dan anak perempuannya duduk dihamparan pasir yang terbentuk karena banjir lahar dingin beberapa waktu lalu.

Mungkin salah satu banjir lahar dingin tersebut yang terjadi pada tanggal 19 Maret 2011.  Ibu sedang ‘mendulang’ dalam bahasa jawanya yang berarti memberi makan anak sambil berangin-angin dan bermain pasir. Walaupun situasinya sedikit bau dalam artian sebenarnya karena aliran airnya bercampur-campur dengan segala macam limbah, ibu dan anak ini tetap asyik disana. Si anak sungguh beruntung mendapatkan kemewahan bermain pasir diusia ini. Sebuah kemewahan karena ada anak yang lain terpaksa bermain pasir dengan membelinya lebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s