Kupang-Manokwari-Kupang Kali Pertama

Perjalanan diantara awan berarak bergumpal seperti kapas, kegelapan langit, terang semburat matahari saat terbit, terang terik saat matahari meninggi, ketinggian sekian puluh ribu feed, melintasi 3 wilayah waktu dan itu tetaplah Indonesiaku. Perjalanan itu adalah perjalanan dari Kupang ke Manokwari. Perjalanan dari Bandari El Tari Kupang( WITA) – Surabaya (WIB) – Makasar (WITA) – Sorong (WIT) dan berakhir di  Manokwari (WIT). Berangkat jam 18.20 WITA dan berakhir di jam 12.30 (WIT). Begitu mendarat aku bergumam “Luar biasa ya Allah…terima kasih nikmat perjalanan ini” Hal yang sama berulang saat pulangnya, aku melintas lagi langit saat masih gelap yaitu jam 4 pagi WIT lepas hotel, dan lepas landas jam 05.30 WIT bandara Rendani Manokwari melintasi Ambon (WIT) beranjak ganti pesawat dan mendarat di Makassar (WITA), menunggu di Surabaya (WIB) dan berakhir sudah di EL Tari Kupang (WITA) pada jam 14.30. Sekali lagi aku berucap “Alhamdulillah ya Allah, aku melintasi ruang waktumu dengan sehat selamat dan on time!”. Tengah- barat- tengah-timur lalu timur – tengah – barat dan tengah. Lalu lintasku di udara menurutku sangat luar biasa dan kuyakini sebagai rasa syukur. Aku bersyukur sepenuh hati atas pengalaman ini. Tidak kusangkal segala nikmatNYa.

Perjalanan yang panjang pada waktu yang tidak ideal karena harus turun naik pesawat dalam keadaan terkantuk saat dini hari, saat tubuh melelah, saat ekspresi tidak lagi menipu, dan akhirnya topeng manusia terangkat menjadi diri sendiri yang lelah. Tertidur di hamparan kursi-kursi panjang dengan jejak-jejak kopi. Terhuyung kaget saat mendengar ada refreshment, terbangun sesaat dari kesadaran waktu karena sadar ada orang asing tiba-tiba duduk didepan kita. Tersadar saat subuh di perbedaan waktu sebagai berkat sebagai orang beriman, menelusuri selasar di bandara mencari Mushola. Aha! Sejuk hati mengintip ada yang mulai berjamaah. Segar muka ini ketika wudlu membasuh jiwa dan raga.

Refleksi batin ini makin kaya dengan mengamati orang-orang dalam perjalanan ini. Ada eksekutif BUMN sepertinya sedang melintasi waktu yang sama, seorang jamaah haji dengan baju terusan putih dan tas tenteng haji lengkap dengan sorbannya. Ada pengelana turis dengan ransel-ranselnya asyik bercakap, ada pekerja lapangan lengkap dengan sepatu bots, ada bapak-bapak dosen atau pejabat pemerintahan yang habis mengikuti bimbingan teknis akhir tahun. Lalu tak tertinggal ada anak sekolah asli sorong yang akan berlibur. Bau-bau busuk mulut ikut menguar saat masuk pesawat.

Disaat termangun-mangu, disaat terpaku, tiba-tiba mata selalu menangkap moment tak terlupakan. Ternyata pesawat meninggalkan Sorong yang penuh kepadatan bangunan dan mengepak jauh untuk memasuki Manokwari. Satu sudut pandangan penuh berkah, pesawat akan memasuki landasan dengan memutari lautan terlebih dahulu. Bandara Rendani Manokwari ternyata ujung landasannya  adalah lautan!!!. Indah!! Sungguh indah dan menakjubkan dari udara. Ini salah satu yang ingin kubagi.

Bandara Rendani Manokwari 4 Des 2011

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s